Bintang pemain NBA menjadi gelandangan

Bintang pemain NBA menjadi gelandangan

Nasib tragis dialami mantan bintang NBA (National Basketball Association), Delonte West. Pernah berjaya di kompetisi basket yang sangat bergengsi di dunia, West kini menjadi gelandangan (tunawisma).

West diketahui merupakan mantan pemain Boston Celtics (2004-2007), Seattle SuperSonic (2007-2008), Cleveland Cavaliers (2008-2010), Dallas Mavericks (2011-2012). West mengakhiri karier di klub NBA D-League, Texas Legend pada 2015.

Seperti dilansir laman Inggris, The Sun, Rabu 30 September 2020, sesudah pensiun, kehidupan Delonte West mulai merosot. West yang kini berusia 37 tahun terpaksa menjadi gelandangan sebab tidak dapat lepas dari kecanduan alkohol dan narkoba.

Sejak April 2020, kebutuhan sehari-hari West dipenuhi sama Lenora ‘Quinn’ Cole, wanita yang peduli terhadap nasibnya. Cole mengatakan, West mengalami paranoid dan tidak percaya siapa pun.

Nasib buruk West mulai mencuat ke publik sejak Minggu lalu setelah foto menyedihkannya beredar di media sosial yang menunjukkan West tengah berdiri di tengah hujan deras di pinggir jalan Dallas sambil memegang tanda meminta bantuan dan uang itu digunakan untuk usaha kecil seperti main game di agen slot joker.

Quinn mengatakan dia pertama kali melihat mantan pemain Mavericks itu enam bulan lalu saat mengemis di luar toko Kroger di Las Colinas, Texas. Dia mulai membantu West yang kesusahan dan menjadi teman sejak saat itu.

Kecanduan Narkoba

Sebelumnya, dia terlihat berkeliaran di sekitar Houston pada tahun 2016. Dia disinyalir mulai menjadi gelandangan pada Januari 2020. Pada Januari 2020, West pernah dipukuli sekelompok orang di jalan raya di Washington DC.

Quinn mengatakan, West biasanya tinggal di Camp City, atau di bawah jembatan di Dallas, yang dikenal sebagai pusat para tunawisma. Dia bilang ada banyak tenda dan narkoba yang beredar.

“Saya tahu dia sudah mencelupkan rokoknya ke dalam cairan, mereka menyebutnya ‘merokok basah’,” kata Quinn.

“Saya selalu seperti, ‘Delonte untuk apa kamu melakukan itu? Ini benar-benar menyia-nyiakan hidup Anda. ‘Dia tahu saya benar, namun menurut saya dia tidak tahu bagaimana berhenti, dia membutuhkan bantuan profesional.”

Quinn, yang bekerja untuk layanan bus sekolah, mengatakan dia sudah membantu mantan bintang itu dengan membayar keperluan dasarnya sejak April. “Saya mencoba pastikan dia aman sebaik mungkin,” katanya.

“Saya tidak berpenghasilan besar, namun saya tidak minum atau merokok, maka saya bisa memberinya sedikit uang. Dia tinggal di tempat yang begitu buruk. Namun saya pikir dia akhirnya siap menerima bantuan untuk sadar dan mengembalikan hidupnya ke jalur yang benar,” katanya.

“Dia sebenarnya orang yang manis dan rendah hati, dia tidak pernah kasar atau agresif sama sekali. Dia miliki hati yang baik dan selera humor yang baik, dia cuma kecanduan narkoba dan alkohol. Sungguh menyedihkan,” tambah Quinn.

“Saya mencoba untuk membantunya, namun dia benar-benar paranoid, dia sepertinya tidak mempercayai siapa pun kecuali saya. Sangat sulit untuk meyakinkannya kalau dia perlu menerima bantuan profesional dan masuk ke rehabilitasi.”

Bantuan dari Bos Mavericks

Quinn berkata kalau dia sudah berdoa biar seseorang datang dan membantu West. Beruntung pada Senin lalu, sebuah video menunjukkan West di dalam toserba pompa bensin sebelum bos Dallas Maverick, Mark Cuban menjemputnya dengan Tesla birunya.

Cuban lalu menghubungi ibu West, Delphina Addison dan bertanya gimana dia bisa membantu. Cuban dikabarkan membawa West ke hotel dan menunggu sampai ibu West tiba.

Cuban menjadi satu dari beberapa orang dari NBA yang sudah berusaha membantu pemain berusia 37 tahun itu dalam beberapa tahun terakhir. West mengungkapkan saat menjadi pemain bahwa dia menderita gangguan bipolar.

Pada hari Selasa, Shams Charania dari The Atlantic melaporkan kalau West sudah memeriksa ke pusat rehabilitasi di Florida. Quinn, yang pernah bergumul dengan alkohol di masa lalu mengatakan dia “berterima kasih” atas intervensi Cuban.

“Saya begitu bersyukur Mark turun tangan untuk membantunya mendapatkan apa yang dia perlukan. Inilah tepatnya yang saya doakan. Saya suka Delonte seperti adik kecil, dia orang yang baik. Saya benar-benar berpikir ini akan menjadi titik balik baginya,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *